Rabu, 22 Juni 2011

Tour Ke Jakarta

            Tour ke Jakarta 3 hari, sungguh melelahkan. Jatah 1 kursi  membuat pusing.., gak mungkin berangkat sendiri. Pada awalnya aku tidak ingin ikut disamping tidak siap secara finansial juga karena aku ada kegiatan lain yang memang sama pentingnya. Saat kemudian ditawari gratis oleh panitia untuk 2 kursi, aku bicarakan dengan istri, ia mendesak ingin ikut dengan  anak- anak, dan aku juga harus ikut. Jadi bingung, jatah kursi hanya 2, harus diisi 4 orang, aku , istri dan 2 anak, bagaimana mungkin ! Saat didesak konfirmasi kepastian oleh panitia akupun masih ragu, maka untuk  memperpanjang berpikir aku sampaikan bahwa aku butuh waktu sehari semalam untuk berpikir. Syukur alhamdulillah, H-1 aku dihubungi panitia untuk ikut bahkan dengan membawa seluruh anggota keluarga karena ada beberapa anggota yang mundur. Akhirnya aku berangkat berempat aku, istri anak no 2 dan Si Bungsu Ainur Risqi.

             Rasa was- was dan kawatir menggelayuti pikiran mengingat  si kecil yang masih berumur 2 th dan memiliki riwayat bronkitis sangat riskan untuk perjalanan jauh malam hari ber AC lagi. Tapi lagi - lagi alhamdulillah, Allah memberikan kekuatan pada si kecil untuk tetap sehat dan bahkan  banyak polah dan ceria. Para peserta juga heran melihat si kecil yang punya daya tahan fisik bagus. Hanya pada perjalan Jakarta - Pangandaran dengan  geografis alam yang berbukit bukit memaksa jalan berkelak- kelok luar biasa membuat banyak peserta pusing dan mabok, pertahanan Si kecil akhirnya tumbang juga, ia  muntah 2 kali, tapi itu hanya sekejap dan  mengkawatirkan. Habis muntah ia langsung tidur pulas dan saat tiba di pantai ia langsung riang dan terjun berbasah- basahan di pantai Pangandaran yang indah.

             Saat tiba di Taman buah Mekarsari, aku merasa kagum dengan keindahan dan area kebun yang begitu luas. Salah satu peninggalan regim Suharto yang mau tidalk mau harus kita aku sebagai kebanggaan, selain peninggalan lain seperti TMII, Tapos centra penggemukan ternak, Taman Impian Jaya Ancol, Dufan  dan Sea World, semuanya peninggalan beliau. Tidaklah mengherankan bila saat itu beliau dianugerahi sebagai Bapak Pembangunan Nasional. Keberhasilan dalam pembangunan yang didukung ketertiban dan keamanan yang baik. Sungguh ada kerinduan untuk kembali merasakan masa- masa keemasan Indonesia dengan kewibawaan sebagai bangsa, nasionalisme yang tinggi, rasa aman yang memberi perlindungan batin. Betapa tidak, saat itu kewibaan dan karisma beliau begitu tinggi, sehingga tidak ada satu negarapun yang berani mengusik kedaulatan negeri ini, bahkan Negeri Kanguru Australiapun tidak berani mengganggu kita.
             Kini setelah setelah 15 tahun reformasi apa yang bisa kita banggakan.... Kedaulatan sering diganggu negara tetangga dan kita hanya diam saja dan tidak berani tegas. Malaysia sering meremeh temehkan kita dan reaksi pemerintah hanya sebatas lewat jalur diplomasi, tanpa pernah menggertak dengan kekuatan senjata perang. Kemakmuran hanya dirasakan kalangat menengah ke atas , sementara tingkat bawah yang masih mendominasi jumlah penduduk negeri ini tak pernah terentaskan; kemiskinan dan kesengsaraan serta kehinaan. Mengapa demikian, karena lilitan kemiskinan, kini banyak kaum Gepeng  (Gelandangan dan Pengemis) berkeliaran mencari makan dengan meminta - minta alias ngemis. Bahkan ngemis kini telah dijadikan profesi bbagi banyak rakyat kita karema perolehan incomenya yang lumayan tinggi, jauh melebihi pendapatan orang pekerjaan terhormat seperti menjadi tukang batu dan buruh pabrik. Kehormatan diri sudah mereka campakkan demi memperoleh penghidupan. Sungguh ironi yang luar biasa; para petinggi arogan dan jumawa dengan profefinya sebagai koruptor, rakyat tidak malu menjadi peminta- minta. Kebohongan publik menjadi dalih dari berbagai kenyataan buruk reputasi pemimpin.

             Kembali pada tour yang saya ikuti, sebagian besar waktu hanya tersita perjalanan. ; berangkat ke Jakarta 13 jam, Jakarta - Pangandaran 8 jam. Berangkat jam 3 sore dari Pati, mampir Solat dan Makan di RM Salsabila, perjalanan berlanjut hingga sampai di RM Padang di daerah Jakarta 4 pagi untuk mandi dan sarapan. Obyek pertama yang kita tuju adalah Taman Buah Mekarsari, kemuadian Sea World untuk melihat aquarium raksasa dengan aneka ragam ikannya, dan sorenya mampir di PRJ sebelum check in di Hotel Trans Mangga Dua untuk bermalam semalam. Di PRJ tidak banyak yang berbelanja, sudah tiket masuknya saja 20 ribu perorang, barang - barangnyapun juga lebih mahal bila kita bandingkan jika beli di Pati.


              Hari kedua adalah menuju Pangandaran yang menyita waktu tempuh 8 jam. Badan masih terasa pegal karena tidak bisa tidur nyenyak karena tempat tidur single harus ditempati 2 orang aku dan anakku Iksan. karena sempitnya anakku 2 kali terjatuh dari tempat tidur. Maka saat naik ke bus segera saja bersiap tidur. tapi belum sempat tertidur, panitia mengumumkan bahwa perihal perjalanan yang lama karena jauh. Sementara kegiatan belanja yang menjadi kegemaran ibu- ibu belum ada alternatif. Ada wacana bagaimana kalau mampir ke Bandung sebelum ke Pengandaran, Pihak travel mengatakan ide itu tidak mungkin karena  waktu tidak cukup. Ada yg beri alternatif ganti obyek tidak usah ke Pengandaran tapi ke Bandung saja Kendalanya adalah tempat parkir yang terlalu jauh dari Pasar Baru Bandung tempat yg dituju.Sebenarnya obyek utamanya adalah Grand Canyon yang tidak jauh dari Pantai Pangandaran. Karena tidak ada sepakat kata, perjalanpun terus mengarah ke Pengandaran. Sampai di Pangandaran sebelum masuk pantai diperoleh info bahwa waktu tidak cukup untuk ke Grand Canyon, karena masih butuh waktu 3o menitan untuk sampai ke obyek dan wisatawan harus menyewa perahu 60 ribu perorang untuk sampai obyek yang merupakan sungai dengan berdindingkan goa indah. Akhirnya terpaksa ke Pengandaran. Tepat jam 16.00 tiba di Pantai dan peserta diberi waktu hingga jam 18.00. Deburan air dan gemuruh ombak yang menuju ke pantai mengundang pengunjung untuk turun ke pantai. Memang terasa sensasi saat ombak menerjang kaki. Ada rasa nikmat tersendiri.Sambil berbasah- basah berlarian di pantai peserta berfoto, bermain pasir dan berenang. namun waktu yang terus berjalan, dan pengumuman dari penjaga pantai bahwa pengunjung hanya boleh di pantai hingga pukul 17.00 maka kamipun segera bergegas untuk mandi dan berpakaian. Setelah menikmati segelas teh panas dan 2 butir telur bebek asin aku segera mmasuk mobil.

            Tour  yang kali ini pelaksanaannya bekerja sama dengan Atlasindo ini merupakan tour ke 3 dan yang terjauh dan terlama yang dilaksanakan oleh Kelompok guru Normada. Pertama ke Bromo dan Taman Safari Indonesia di Jawa Timur, kemudian ke Yogya adalah yang kedua. Dari lebih 50 guru normada, yang bisa ikut kegiatan tour ini kurang dari separoh. Berbagai alasan menjadi penyebab keabsenan mereka. Terlepas dari segala kurang dan lebihnya, kegiatan ini memberikan refresing setelah beban tugas selama setahun dan juga memperkukuh persahabatan antar anggota keluarga normada. Akhirnya segala kegiatan tour ini muara akhir adalah rasa syukur ats segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah TYME kepada kita. Smoga tambahan nikmat membawa kita untuk kegiatan tour lain ditahun depan. Amin
            






Tidak ada komentar:

Posting Komentar