Sabtu, 18 Juni 2011

Embun pagi di kotaku

           Dingin pagi kotaku Tawangmangu, mentari belumlah terbangun, pagi masih tenang burungpun masih enggan meninggalkan sarang.... embun pagi masih setia menempel di dedaunan.... sungguh memberi sapa pagi yang lembut dan menyejukkan. Betapa agung Sang Kuasa yang mengaransemen sonata kehidupan  ini
           Memang efek pemanasan global mulai terasakan di kotaku ini, stadium dingin yang biasanya mengilukan tulang kini sedikit berkurang, Kalau waktu dulu pagi- pagi seperti ini tak mungkin mandi, karena  badan bisa gemetar kedinginan,kini tidak lagi begitu terasa.Makin sesaknya penginapan membuat andil makin menggerahkan hawa pada siang hari karena pepohonan kian berkurang.
            Pada masa - masa liburan sekolah seprti ini kepadatan lalu lintas bertambah. Para pelancong dari luar kota ingin melihat obyek obyek di sini. Grojogan Sewu yang sangat terkenal menjadi center keramaian pelancong. Kelak kelok jalan naik turun yang melelahkan tidak menjadi kendala untuk melihat dari dekat curug itu. Sensasi terpaan angin basah menjadi sesuatu yang tak dapat dijumpai ditempat lain. Sambil main air di dekat tempat jatuhnya air jeram ini. pengunjung dapat berfoto atau berbasah- basah mandi di sela- sela batuan yang licin berlumut. Di dalam area ini terdapat banyak monyet liar yang lucu. Sebaiknya pengunjung tidak membawa makanan yang mencolok dan jalan sendirian agar tidak diganggu bintang ini.

Kamis, 16 Juni 2011

Grand Final Duta Wisata Tahun 2011 Kab. Pati

24 pemuda- pemudi terbaik bersaing di Grand final untuk menjadi yang terbaik dalam even tahunan ini. SMA 1 Pati nampaknya tetap mendominasi wakil yang berlaga di gran final. Dari penjelasan MC, kriteria penilaian adalah dari intelegensi, penampilan, kemampuan komunikasi, talenta, kepribadian dan wawasan masing- masing peserta.

Even kali ini dibuka secara resmi oleh Bupati Pati Bp. Tasiman SH, setelah sebelumnya diawali laporan ketua penyelenggara.
Acara ini terselenggara berkat sponsor yang berperan dengan dukungan publisiti dan finansial. BPD Jateng, BPR Bank Pasar, RM Saptorenggo, Hotel Pati, Pas FM adalah sponsor yang mendudkung kegiatan ini. Tentu saja kegiatan seperti ini sangant bagus untuk memberikan wahan berkompetisi para anak- muda. Terlebih lagi dalam era modern seperti ini dimana segala aspek menuntut hal yang terbaik, terlebih dalam hal sumber daya manusia, ajang ini adalah medan pergulatan bagi calon pemimpin bangsa.
Lebih dari itu bila selama ini Kab. Pati dianggap sebagai kabupaten yang kurang memiliki potensi parawisata yang dapat dibanggakan maka kesempatan ini adalah untuk menggali ide- ide pengembangan kepariwisataan di Kab. Pati. Memang secara geografis dan dukungan alam tidak ada lokasi wisata yang menonjol disamping, lokasi yang ada belum memperoleh perhatian pengembangan yang semestinya.
Untuk berkembang perlu didukung kebijakan yang strategis agar pengemangan dapoat terarah. Dibanding dengan daerah/ Kab lain Pati memang sedikit tertinggal, katankan dengan Kudus yang memiliki Muria , Colo, Air terjun Montel, Rembang memiliki Pantai Kartini, Pati belum memiliki yang sepadan.

Dalam Grand Final Pemilihan Duta Wisata tersebut, Arivia Ayu Kusuma (SMA Negeri 3 Pati) meraih juara pertama kelompok putri, disusul Andindya Dessi Wulandari dan Anisah Maharani (SMA N 1 Pati) sebagai juara kedua dan ketiga.

Dikelompok putra, Herviandi Nico Prasetya (Mahasiswa UNIKA Sugiyapranta) meraih juara pertama, sedang juara kedua dan ketiga diraih Panji Kusuma Prasetya wakil Kecamatan Tayu dan Arild Adyatmoko Simanjuntak (SMA N 1 Pati). Panitia juga menetapkan Mei Ernawati (Mahasiswi STAIP) sebagai peserta berkepribadian terbaik.

Selasa, 14 Juni 2011

Ayat Terakhir Kemah Sulang: Usai giatop ...

"Pada pagi ini telah aku tunaikan niatku, telah aku cukupkan kegiatanku dan telah aku relakan buper Sulang daam memori buku harianku."

Rabu pagi pukul 06.00 peserta mulai diijinkan packing, berkemas untuk segera kembali ke pangkalan tempat segala tugas telah menanti. 2 hari 2 malam menjalankan kemah terasa begitu singkat. Canda tawa, riang gembira terasa belumlah cukup. Tetapi waktu terus berjalan dan ujung menjadi pasti.

Banyak yang bisa kita tuturkan dari kiegiatan ini, seiring pun tak sanggupnya bercerita karena tidak tahu harus memulai dari mana. Yang pasti kita telah menjalani kemah sebagai bekal nanti untuk memenej adik- adik tahun depan untuk kegiatan yang sama.

Buper Sulang memang didesain untuk kegiatan perkemahan. Fasilitas yang disediakan cukup lengkap; areal yang luas dengan geaografis yang berbukit cocok untuk mendirikan tenda, jalanan beraspal yand banyak berkelak- kelok melintasi buper, memberi banyak rute alternatif untuk haiking. Ada hal yang menjadi masalah, yaitu ketersediaan air yang kurang untuk kegiatan- kegiatan masal selain kualitas air yang sangat keruh berkapur tidak layak untuk dikonsumsi. Keadaan ini memang kondisi wilayah Rembang yang sangat kering saat kemarau dan berkapur. Jalan yang sempit menuju lokasi sehingga kalu berpapasan antar roda empat mengalami kesulitan dan berbahaya karena kanan - kiri jalan cukup dalam, sehingga kalau terperosok bisa langsung mengguling.

Waktu - waktu selesai tes seperti saat ini, banyak sekolah yang menjadikan buper Sulang tempat berkemah bagi siswa- siswinya. Seperti saat SMK 2 Pati melakukan kemah ini, saat yang sama SMP 1 Jakenan, SMAK Yos Pati juga melakukan kemah. Sehingga situasi cukup ramai meski lokasi jauh dari perkampungan penduduk. Sungguh merupakan arena yang cocok untuk berkemah terlebih tidak jauh dari situ terdapat danau Sulang yang indah. Sehingga saat heking, peserta kemah bisa lewat ituuntuk menikmati keindahan danau.
Keberadaan kegiatan kemah ternyata juga dimanfaatkan warten (warung tenda untuk mremo. 1 cangkir kopi dihargai Rp. 4000,-, 1 liter aguaria dijual Rp. 5000,-. Keluhan dari peserta kemah, makanan mahal sementara rasanya gak karuan.

Dari hasil pengamatan dilapangan ini kami sampaikan sumbang saran kepada Pemda Rembang :
  1. Perbaikan segera fasilitas terhadap yang mulai rusakagar tidak makin parah sehingga membutuhkan anggaran yang tentusaja makin besar.
  2. Penerangan yang cukup pada malam hari pada titik- titik jalan yang rawan.
  3. Pelebaran jalan menuju buper.
  4. Mempercantik areal dengan tanaman bunga yang tahan kemarau seperti bugenvil, kamboja dan flamboyan. Ketiga jenis tanaman ini justru berbunga indah saat kemarau.
  5. Perlu penambahan fasilitas outbon seperti flying fox.
Akhirnya setelah bongkar tenda dan upacara penutupan kegiatan, tepat pukul 08.00 dengan 9 armada truk kami meninggalkan buper Sulang. Cerita akan kesan berkemah disana pastilah akan tersampaikan kepadakeluarga, teman dan tetangga. Good bye Buper Sulang. See you again next time.

You raise me up - Selah

Berkemah :Berlatih , Bermain dan Gembira


Berkemah adalah wahana berlatih, bermain dan gembira. Berada di luar rumah nun jauh letaknya dengan asegala keterbatasan yang ada, memberikan sensasi, kemandirian dan tantangan. Beatapa tidak, pramuka, peserta kemah dituntuk mandiri memenej dirinya , membantu dirinya, serta memenuhi kebutuhan dirinya, baik secara grup maupun individu.

Secara grup, kemandirian dituntut untuk tumbuh dalam menyelesaikan tugas- tugas kreatif dari panitia kemah, tidak boleh bekerjasama dengan grup lain. Krteatifitas grup diuji dan dibangun lewat kerjasama yang baik dengan pembagian tuigas masing- masing. Dari sinipun akan muncul siapa yang memiliki talenta menjadi pemimpin. Siapa yang berinisiatif pertama dan memiliki kemampuan komunikasi untuk menyampaikan gagasan serta idenya. Demikian juga pembagian tugas harian kelompok. Siapa yang memasak, mengikuti kegiatan A dan siapa saja yang ikut kegiatan B, dan seterusnya.

Secara individu, kebutuhan akan personal akan makan, minum mandi, merawat diri harus ditata sendiri. Bagaimana menjaga fisik selama kegiatan kemah, harus diri sendiri yang bisa mengatur. Jauh dari orang tua dan keluarga menumbuhkan kerinduan dan kerinduan terhadap mereka. Kalau selama ini kita saat bersama keluarga sering bertengkar dengan saudara, membantah orang tua, mengabaikan nasehatnya, namun kala jauh dari mereka , perasaan akan rindu untuk bercengkrama kembali tumbuh subur. Ternyata kita mencintai mereka karena mereka juga menyayangi kita.

Kegiatan kemah yang dikemas dalam kegiatan yang menarik lewat nyanyian gembira yang mengandung pendidikan, permainan yang mendidik, membawa kita bahagia dalam kebersamaan berlatih.

Senin, 13 Juni 2011

Kemah Sulang Hari Ke-2


Hari ini hari ke 2 kegiatan Kemah di Sulang. Hawa dingin malam membuat tidur yang hanya beralas karpet terasa menusuk punggung, gak nyenyak jadinya. 470 siswa yang ikut kegiatan ini alhamdulillah so far so fine, gak ada yang lemot fisik hanya saja mereka masih agak wild maklum tidak semua aktif kegiatan mingguan hari Jum'at.

Aku bangga T2 begitu semangat untuk menghandel kegiatan membantu pembina. Hanya saja karena kemarin saat berangkat alas untuk tidur lupa untuk dibawa, maka semua tidur di pendopo beralaskan lantai keramik yang tentu saja dingin. Wajah- wajahnya agak kuyu tapi masih oke kok, kata Krisnawati, yang sehari- hari dipanggil Krisna, Si Ketua Osis SMK 2 Pati.

Pagi ini kegiatan dimulai pukul 07.30 dengan apel pagi untuk persiapan kegiatan utama hiking. Penjelasan dari K. Harso sebagai Pembina Utama kegiatan, kegiatan akan berlangsung hingga pukul 14.oo, oleh sebab itu adik - adik peserta diminta untuk membawa perbekalan secukupnya, P3K, selain peralatan yang wajib dibawa yaitu 3 buah tongkat dan alat tulis. Untuk kegiatan ini masing-masing sangga harus mengirimkan peserta selmua anggota sangga, menyisakan 3 anggota untuk jaga tenda sekaligus melakukan lomba cookies ala kadarnya.



Kegiatan Hiking memiliki tujuan memupuk kekompakan, jiwa kepemimpinan, kekuatan fisik dan keratifitas. Ini akan bermuara pada tujuan pendidikan kepramukaan sebagi kegiatan pembentukan anak didik berkarakter untuk bersiap diri sebagai generasi masa depan penerima tongkat estafet kepemimpinan bangsa. Pemimpin harus tangguh, ulet, kreatif, jujur dan berkepribadian simpatik. Tunas kelapa adalah lambang gerakan pramuka yang akan tumbuh berkembang, dengan akar kuat menghunjam ketanah serta batang yang tinggi menjulang perwujudan cita cita tinggi setiap pramuka yang dilandassi pondasi yang kuat. Majulah pramuka jayalah Indonesia.

Selasa, 07 Juni 2011

MATERI KULIAH PROF. SLAMETO

SILABUS MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN

Tujuan: mahasiswa memperoleh pemahaman tentang manajemen pendidikan, fungsi manajemen, pengetahuan tentang manajer pendidikan, manajemen mutu pendidikan dan masalah-masalahnya dalam pendidikan.

Pokok bahasan

I. Teori Manajemen Pendidikan

· Pengertian manajemen

· Hakikat manajemen

· Manajemen sebagai sistem

· Tori Manajemen

II. Fungsi-fungsi manajemen

· Planning

· Organizing

· Staffing

· Motivating

· Controlling

III. Perilaku pemimpin

· Definisi kepemimpinan

· Pendekatan kepemimpinan

· Proses kepemimpinan

· Perilaku kepemimpinan yang adaptif

IV. Manajemen mutu pendidikan

· Latar belakang

· Konsep dan Tujuan

· Karakteristik

· Manajemen mutu sebagai sistem

· Implikasi manajemen mutu dalam pendidikan

V. Kapita selekta manajemen mutu pendidikan

· Penelitian dan pengembangan manajemen mutu pendidikan

· Studi kasus

· Best practices

· Action Plan

Daftar pustaka

Mulyasa, E, (2002), Manajemen Berbasis Sekolah, PT. Remaja Rosda Karya, Bandung

Hersey, Paul & Blanchard, Ken, (1992), Manajemen Perilaku Organisasi: Pendayagunaan Sumber Daya Manusia, Erlangga, Jakarta

Made, Pidarta, (1988), Manajemen Pendidikan Indonesia, Bina Aksara, Jakarta

Tery, GR & Rue, LW, (1982), Dasar-dasar Manajemen, Bumi Aksara, Jakarta

Minggu, 05 Juni 2011

1 Juni 2011, aku mengikuti seminar di Univ. Muria Kudus bertemakan :" Revitalisasi nilai- nilai Pancasila dalam rangka menyelamatkan generasi bangsa" Ada 4 narasumber yang presntasi saat itu yaitu : Kapolda Jateng Irjen Pol. E. Aritonang, Moh. Yulianto dari Undip, seorang dosen IAIN Walisongo Semarang dan Ketua ESQ Kar. Pati.
Kapolda sebagai pemapar pertama menyampaikan bahwa bangsa Indonesia saat ini menmghadapi tantangan yang berat. Kemajemukan bangsa yang terrekat dalam negara kesatuan RI mendapatkan berkali kali ujian antara lain adalah keinginan sekelompok orang yang ingin mendirikan Negara Islam Indonesia. Mereka merekrut kaum muda untuk dibrain washing agar berani melakukan kegiatan- kegiatan teror. Beliau memberikan contoh siswa SMK yang sedang perpraktek Industri di suatu daerah yang memang sering dicurigai sebagai sarang teroris, mereka mendapatkan pelatihan cara membuat bom. Yang menarik adalah pembicara dari IAIAN Walosongo, dengan gaya bicaranya yang sederhana dan lancar, dia menyampaikan paparannya bahwa generasi muda kita saat ini tengah menghadapi berbagai tekanan.
  • Yang pertama adalah teknan perasaan tidak pastinya masa depan mereka। Mereka tidak yakin setelah lulus nanti akan memperoleh pekerjaan atau tidak.
  • Yang kedua tekanan seksual. Pola makan dan pengaruh media mempercepat kematangan fisik anak muda. Umur 9 tahun telah mengalami kedewasaan. Kalau jaman dulu umur 12 tahun yang orang tua siap menikahkan anak- anaknya karena memiliki harta benda yang cukup untuk bekal rumah tangga mereka. Sehingga anak - anak muda ini tidak terlalu lama untuk menahan dorongan libidonya, hanya 3 tahun. Sementara saat ini kalau belum mempunyai pekerjaan, tidak berani kawin. Lulus SLTA, umur 18 tahun belum pasti dapat pekerjaan, karena persaingan yang banyak. Terlebih kini makin banyak lulusan sarjana. Peluang kerja semakin banyak yang diisi dari lulusan S1. Itupun belum ada jaminan lulus jaminan dapat pekerjaan. Akibatnya anak yang sudah secara seksual dewasa tadi yaitu umur 9, harus menahan sahwatnya paling cepat hingga umur 22 tahun atau setelah lulus kuliah. Artinya pula mereka harus menahan penyaluran dorongan kelaminnya minimal selama 13 tahun. Konsekuensinya adalah banyak terjadi penyimpangan dalam hubungan lawan jenis (sex before mariage).
  • Konsekuensi lain dari dorongan sexual ini, ketika ada kesempatan untuk meluapkan emosi lewat kata- kata, mereka dengan lantang menggunakan kesempatan tsb seperti dalam demo. Anak- anak muda ini meluapkan emosi dengan menjelek- jelekkan pemerintah atau institusi/ pejabat tertentu saat unjuk rasa.

M. Yulianto dalam paparannya menyatakan bahwa negara ini mengalami krisis ketauladan, kebohongan publik menjadi hal yang sering kali terjadi, sebuah kasus dialihkan dengan kasus lain sementara kasus yang pertama tidak jelas penyelesaian hukumnya. Pemerintah tidak memiliki kekuatan / loyo dalam mengatur jalannya pemerintah karena pemerintah dibangun dalam bentuk koalisi yang sangat - sangat rapuh, masing- masing partai hanya mengedepankan kepentingan partainya. Kalau pada jaman Soeharto masyarakat tahu pasti siapa yang harus dilawan, sehingga dengan mudah menggalang masa untuk demo, sementara saat ini sulit siapa melawan siapa. Menyikapi kondisi pemerintahan yang seperti ini hanya lewat diri kita bisa merubah bangsa, tidak mungkin petinggi bangsa ini akan mereformasi diri, untuk merubah kondisi ini alternatifnya :
  1. Dengan memilih calon yang memiliki integritas tinggi, tanpa money politik, akan dapat dipilh pemimpin yang baik.
  2. Revolusi. Namun opsi ini akan memakan cost yang besar dan pihak yang diuntungkan adalah militer yang memiliki alat perang yang lengkap.
Dari paparan di atas dapat ditarik sebuah kesimpulan :
  1. Pentingnya merevitalisasi Pancasila sebagai dasar negara alat perekat dan pemersatu bangsa.
  2. Memilih pemimpin yang kredibel dan kapabel untuk siklus kepemimpinan 5 tahun.
  3. Ketauladan berasal dari diri sendiri meluas keorang terdekat.